oleh

After 10 year,Ten Fine Art Tetap Solid

 

 “After 10 Years”,  Ten Fine Art Tetap Solid

Seniman lukis yang tergabung dalam Ten Fine Art(Ten FA) kembali mengelar pameran lukisan bertajuk “After 10 Years” di Grya Santrian Sanur. Dimana pameran ini berlangsung selama tiga puluh satu hari, dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 30 November 2015.

Dalam pameran ini, para seniman lukis yang terdiri dari sepuluh orang memamerkan 33 karya seni masing-masing,  yang terdiri dari lukisan, dua karya seni tiga dimensi terbuat dari logam dan satu karya seni insalasi.

“After Ten Years ini mengambarkan perjalanan kami bahwa kami masih tetap solid selama sepuluh tahun dengan konsep kebersamaan mebanjaran menyame braya(krabat sahabat). Kebersaman ini kita buktikan dengan membuat karya potret diri yang dijadikan satu sebagai simbolis kebersamaan. Dimana masing-masing pelukis atau anggota, diberikan kebebasan untuk berekspresi.” Kata I Made “Dolar” Astawa salah satu anggota Ten FA sekaligus pengelola gallery saat jumpa pers di Santrian Gallery Sanur. Kamis(29/10).

Ten FA sendiri terbentuk sejak 2004, yang terdiri dari 10 orang pelukis dari beberapa wilayah di Bali, seperti; Sanur, Denpasar, Karangasem, Gianyar, Singaraja dan satu orang pelukis berasal dari luar Bali yakni Flores.

Adapun anggota dari Ten FA ini, yakni; I Made “Dolar” Astawa, Wayan Muliastra, Wayan Apel Hendrawan, Made Romi Sukadana, A.A. Ngurah Paramartha, IB Purwa, Vinsensius Dedy Reru, Wayan Paramartha, Ketut Teja Astawa dan Made Budiadnyana.

Wayan Seri Yogaparta penulis dan pengajar Seni Rupa di UNG mengaku bahwa dirinya telah lama mengikuti kelompok seniman lukis ini yang merupakan seniornya.

“Kendatipun mereka memiliki ego dan idiologi, tetapi filosofi kebersamaan yang mengikat mereka hingga tetap bersama. Dan sampai saat ini, ini adalah kelompok perupa yang paling intens mengadakan even-even atau pameran di Bali secara ter-organisir dengan mengambil tema-tema tertentu.” Kata Yogaparta.

Sementara Ida Bagus Gede Sidartha Owner Santrian Gallery menyampaikan bahwa sudah menjadi visi Santrian Gallery untuk memberikan ruang bagi perkembangan seni rupa di Bali.

“Kelompok Ten FA ini adalah salah satu kelompok seniman yang memiliki sarat pengalaman dengan gairah berkesenian yang membara. Selama dasawarasa mengarungi jagat seni rupa, telah banyak capaian-capaian asrtisitik dan estetik yang dipersembahkan melalui ritus-ritus kesenian kepada apresiator.” Kata Sidartha yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur.

Ten FA sendiri merupakan kelompok pelukis yang terbentuk sejak sepuluh tahun yang lalu di Sanur Bali. Dimana sejak tahun 2004, aktif mengadakan dan mengikuti pameran di berbagai wilayah di Bali, Indonesia bahkan sukses mengadakan pameran sebanyak dua kali di Melbourne Australia.

IMG_0787 (1280x624) after 10 years“Beberapa anggota kami juga sering mengikuti pameran di luar negeri, mereka tetap membawa bendera Ten Fine Art.” Akhir Dolar.(alt)

Komentar

News Feed