oleh

Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan

Bali Inspirasi.Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan di Tengah Pandemi COVID-19

  • Di tengah dampak sosial dan ekonomi yang dihadirkan COVID-19, Bank OCBC NISP catat pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 3% YoY pada Semester I 2020
  • Konsisten dorong nasabah manfaatkan solusi #BankingFromHome, volume nilai transaksi e-channel Bank OCBC NISP mengalami pertumbuhan 69% YoY

 

Jakarta, 30 Juli 2020 – Pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia.

 

Mobilitas pelaku ekonomi masih terbatas sejalan dengan penerapan protokol kesehatan. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2020 yang diperkirakan mengalami kontraksi.

 

“Bank OCBC NISP terus bekerja keras agar dapat memberikan dukungan terbaik untuk nasabah dan masyarakat pada situasi pandemi ini. Hal ini kami lakukan dengan memperkuat posisi keuangan bank, menjaga kecukupan modal, ketersediaan pembiayaan dan likuiditas dengan tidak melupakan pentingnya kesehatan dan keselamatan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai inisiatif yang kami sediakan untuk mendukung nasabah individu dan korporasi telah memberikan dorongan positif dan kami terus merespon kebutuhan nasabah sehingga bisa terus #BergerakMaju bersama menggerakkan perekonomian Indonesia,” ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP.

 

Dengan strategi yang difokuskan pada peningkatan CASA, produktivitas, efisiensi dan konsistensi menjaga kualitas kredit, Bank OCBC NISP terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan pada kuartal II 2020. Pada semester 1 2020 ini, Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp1,6 Triliun naik dari Rp1,5 Triliun pada semester 1 2019. Laba sebelum pajak bertumbuh sebesar 3% YoY menjadi Rp2,1 Triliun. Upaya peningkatan pendapatan non bunga tercermin dari pertumbuhan pendapatan operasional lainnya menjadi sebesar Rp1,2 Triliun pada semester 1 2020, naik sebesar 24% dari Rp1 Triliun pada semester 1 2019. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan transaksi valuta asing dan surat berharga.

 

“Peningkatan pendapatan operasional lainnya ini sejalan dengan konsistensi Bank OCBC NISP dalam mendorong nasabah memanfaatkan solusi perbankan digital. Kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan di tengah keterbatasan mobilitas masyarakat mendorong pertumbuhan e-channel Bank OCBC NISP, mulai dari jumlah pengguna, frekuensi transaksi dan nilai transaksi. Secara keseluruhan nilai transaksi di e-channelBank OCBC NISP meningkat 69% YoY hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan ONe Mobile – mobile bankingdari Bank OCBC NISP – masing-masing meningkat lebih dari 45% YoY. Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat 2 kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” ujar Parwati.

 

Komitmen Bank OCBC NISP Jalankan Fungsi Intermediasi

Dengan beragam perubahan dan penyesuaian operasional bisnis, Bank OCBC NISP tetap menjalankan fungsi intermediasi. Pada akhir Juni 2020, Bank OCBC NISP menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp135,3 Triliun atau tumbuh sebesar 4% dari Rp130,4 Triliun pada akhir Juni 2019. Per Juni 2020, dana CASA Bank OCBC NISP tumbuh 21% YoY sehingga mencatatkan rasio CASA sebesar 43,8% dari total dana pihak ketiga. Peningkatan CASA didorong oleh tren penurunan konsumsi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk menabung. Hal ini juga didukung kemudahan yang ditawarkan Bank OCBC NISP untuk membuka rekening secara online melalui ONe Mobile. Lebih jauh, untuk mendorong habit ini, Bank OCBC NISP meluncurkan gerakan #SAVE20 by Nyala untuk mengajak generasi muda Indonesia memulai new habit di era next normal dengan konsisten menabung dan berinvestasi setiap hari dengan jumlah yang terjangkau mulai dari Rp20 ribu.

 

Pada akhir Juni 2020 ini, Bank OCBC NISP menyalurkan kredit sebesar Rp117,6 Triliun. Fungsi intermediasi dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian. Di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.

 

“Penurunan permintaan kredit sejalan dengan perlambatan penyaluran kredit di industri perbankan, termasuk di Bank OCBC NISP. Walaupun demikian, Bank OCBC NISP tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mempertahankan likuiditas yang kuat dengan LDR sebesar 86,6% dan LFR 84,1%. Posisi keuangan yang kokoh ini juga merupakan dasar Bank OCBC NISP menghadapi dan #BergerakMaju di tengah pandemi COVID-19. Kesehatan keuangan Bank masih terjaga pada kuartal II 2020, terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 20,7% dan rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban (Liquidity Coverage Ratio) yang mencapai 170,1%” tutup Parwati.

 

Sekilas laporan keuangan dan rasio keuangan per 30 Juni 2020, disajikan dalam factsheetterlampir.

Sekilas Tentang Bank OCBC NISP

Bank OCBC NISP didirikan di Bandung pada tahun 1941 dengan nama Nederlandsch Indische Spaar en Deposito Bank. Per tanggal 30 Juni 2020, Bank OCBC NISP melayani nasabah melalui 251 jaringan kantor di 57 kota di Indonesia, dilengkapi dengan 625 unit ATM Bank OCBC NISP yang dapat diakses di lebih dari 190.000 jaringan ATM di Indonesia, serta sekaligus terhubung dengan 744 jaringan ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia. Bank OCBC NISP pun melayani nasabah melalui berbagai channel digital, termasuk mobilebanking dan internet banking – baik individu maupun korporasi. Bank OCBC NISP merupakan salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia yakni peringkatidAAA (stabil) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan AAA(idn)/stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia.bali inspirasi

 

News Feed