oleh

BPD BALI KONSISTEN DUKUNG REAKTIVASI USAHA PARIWISATA BALI

Denpasar, Bali – www.baliinspirasi.com (11/8/2020)

Pandemi COVID-19 menjadi pukulan keras bagi sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Melihat hal tersebut tentunya Pemerintah Provinsi Bali tidak berdiam diri, setelah dengan berbagai persiapan dan dukungan langsung dari Pemerintah Pusat, pada tanggal 31 Juli 2020 pemerintah membuka kembali usaha sektor pariwisata di Bali untuk wisatawan domestik, yang selanjutnya direncanakan akan dibuka penuh pada bulan September 2020. Sebagai wajah dari pariwisata Indonesia, pembukaan usaha pariwisata dilaksanakan dengan ketat sesuai dengan protokol Tatanan Kehidupan Era Baru berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor 3355 Tahun 2020.

Pembukaan pariwisata Bali disambut positif oleh seluruh kalangan pelaku usaha pariwisata, walaupun pasti akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata ditengah carut marutnya kondisi selama usaha ditutup. Bank BPD Bali sebagai agen pembangunan di daerah selalu berupaya untuk mendorong terciptanya  percepatan perbaikan kondisi ekonomi ditengah pandemi COVID-19. Pemulihan pada Sektor Pariwisata merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali perekonomian Bali. Melalui semangat merah putih dengan menggandeng PHRI BPC Karangasem dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Karangsem dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Bank BPD Bali menggelar webinar yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 Agustus 2020 dengan tema STRATEGI REAKTIVASI USAHA PARIWISATA DI AREA BALI TIMUR PASCA COVID-19.

I Nyoman Sudharma, SH, MH, Direktur Utama Bank BPD Bali.

“ Penyelenggaraan webinar diharapkan dapat membantu memberikan pandangan bagi pelaku UMKM sektor pariwisata untuk mempersiapkan diri menghadapi tatanan bisnis pada era baru sehingga dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19, guna mendorong pertumbuhan perekonomian Bali “ kata I Nyoman Sudharma, SH., MH, Direktur Utama Bank BPD Bali.  Ditambahkannya bahwa lembaga yang dipimpinnya sangat concern terhadap pelaku usaha pariwisata di Bali, khususnya UMKM, dan sangat memahami bahwa untuk bertahan dalam kondisi COVID-19 ini tidaklah mudah bagi usaha kecil dan menengah tersebut, banyak usaha yang berguguran. ” Kami berharap selain memberikan kredit modal usaha maupun bantuan operasional lainnya dalam kondisi COVID-19 kepada UMKM sektor pariwisata, webinar ini dapat menjadi insight yang positif bagi UMKM sektor pariwisata ” kata Nyoman Sudharma.

Webinar yang dirangkaikan dengan momentum untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tersebut menghadirkan narasumber dari praktisi ahli pariwisata I Ketut Swabawa, CHA, Ketua Bali Hotels Association Ricky Putra, CHA, Kepala Divisi Kredit IGA Citrawati, SE dan Pjs Kabag Pengembangan Produk & Layanan E-Banking IA Made Denia Sari, SE. Keseluruhan rangkaian webinar dipandu oleh Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA, seorang tokoh pariwisata Bali yang aktif di berbagai asosiasi salah satunya sebagai wakil ketua DPP IHGMA (asosiasi GM hotel). Peserta webinar berasal dari kalangan UMKM pemilik usaha, pelaku usaha, manajer usaha di bidang akomodasi, restaurant, spa, transport, tourist informations, money changer, diving, obyek wisata, pokdarwis serta kegiatan pendukung kepariwisataan lainnya di Kabupaten Karangasem, Klungkung dan sekitarnya.

(release/BI)

Komentar

News Feed