oleh

Direktur Utama PT Timah. M.Riza Pahlevi Tabrani. Perseroan Fokus Target Pada Produksi

PT Timah (Persero) Tbk terus melakukan sejumlah upaya untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan sejumlah pada rencana kerja perseroan atau RKAP tahun 2017. Salah satu target penting perseroan adalah merealisasikan pencapaian produksi bijih timah sebesar 35.100 ton. Pentingnya target ini karena akan membawa perseroan mencapai target lainnya seperti produksi logam timah dan penjualan logam timah, strategi penting perseroan untuk mengawal target produksi adalah pembesaran kapasitas diberbagai lini usaha yang mempunyai dampak pada kinerja produksi..
Beberapa rencana investasi pembesaran kapasitas perseroan diantaranya adalah pengadaan unit Kapal Isap Produksi (KIP) baru dioperasikan di IUP perseroan, pengadaan KIP Bore Hole Mining (KIP BHM) sebagai inovasi teknologi penambangan baru oleh perseroan optimalisasi kegiatan eksplorasi,pengadaan Ausmelt Fuming untuk mrmperbaharui tepat guna teknologi peleburan, pengadaan kapal penambangan laut teknologi pembukaan unit baru tambang darat perseroan dan pengadaan kapal isap stripping .
Menurut Direktur Utama PT Timah Tbk Riza Pahlevi Tabrani, Untuk kegiatan ekplorasi beberapa rencana investasi yang dilakukan tahun ini seperti pengadaan jasa geofisika dan pembelian peralatan untuk meningkatkan kinerja kapal bor eksplorasi kinerja eksplorasi sangat diperlukan untuk kontinuitas bisnis perseroan karena menjamin ketersediaan sumber daya dan cadangan bijih timah secara berkelanjutan. Semakin besar penemuan sumber daya bijih timah setiap tahun akan membuat target produksi bijih timah yang dicanangkan tiap tahun meningkat dan berimbas pada pendapatan perseroan.katanya.
Menurut Riza yang ditemui media online www.baliinspirasi.com pada RUPS di Jakarta 28/4. Mengatakan. Rencana investasi pembesaran kapasitas di tahun 2017 merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang perseroan guna meningkatkan produksi dan pendapatan setiap tahunnya. Naik turunnya harga jual logam timah yang biasanya menjadi penyebab turunnya pendapatan perseroan dapat diperkecil dampaknya dengan meningkatkan kinerja dari anak perusahaan khususnya anak perusahaan di industri hilir timah yaitu PT Timah Industri, potensi pasar produk didalam negeri masih sangat terbuka karena perusahaan yang menjual produk hilir timah didalam negeri masih sedikit jumlahnya. Sumbangan pendapatan dari anak perusahaan diharapkan dapat meningkatkan :pendapatan perseroan secara konsolidasi.ujarnya
Disisi lain Riza menambahkan. Rencana investasi anak perusahaan tahun 2017 diantaranya.
PT Timah Industri : penggantian (replacement) reaktor
PT Timah Investasi Mineral : pembebasan lahan dan pemboran nikel
PT DOK dan Perkapalan Air Kantung: Pembuatan 2 unit kapal isap
PT Rumah Sakit Bakti Timah : pembangunan gedung rumah sakit baru dan renovasi
PT Timah Karya Persada Properti : melanjutkan invetasi tahun lalu
PT Timah Agro Manunggal : kegiatan dan peralatan petrnakan dan perkebunan.

“Keputusan RUPS tahun buku 2016”
Sementara itu Laporan keuangan konsolidasi untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2016 mencatat laba bersih tahun 2016 sebesar Rp 251.969 milyar atau Rp 34 per saham lebih tinggi 150 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 101.561 milyar atau Rp 14 per saham. Kenaikan ini kata Riza laba tersebut merupakan dampak dari kenaikan kinerja produksi perseroan dan kenaikan harga rata-rata komoditas timah dunia tahun 2016.
Riza mengakui, Perseroan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tahun buku 2016 sebesar Rp 251.831.768.204 dengan pembagian sebagai berikut, deviden sebesar 30 persen atau Rp.75.549.530.461 sebagai deviden tunai. Cadangan sebesar 70% dialokasikan sebagai cadangan umum.
Dividen tunai dibagikan kepada negara RI sebesar Rp49.107.194.800 dan kepada publik sebesar Rp26.442.335.661,Dividen tunai perlembar saham Rp10,14394
Menetapkan kembali penunjukan kantor Akuntan publik Tanudiredja , wibisana,Rintis & anggota jaringan global price wanterhouse coopers international limited(PCW).Yuliansyah Thalib

Komentar

News Feed