oleh

EDUKASI GERAKAN MASKER BERSAMA SEBAGAI PEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID 19

Ketua Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Bali Dewa Made Indra Bersama Ketua LL Dikti Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si dan Ketua APTISI didampingi Ketua Assosiasi Pariwisata Bali

Denpasar – Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi Yang Di motori  APTISI (Assosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) dan GHE (Global Hospitality Expert ) yang didukung asosiasi Pariwisata diantaranya : PHRI Bali, IHGMA, BVA, IFBEC, ICA, HFLA, IHKA, Perhumas Denpasar, Garuda Pakarti dan Bali Institute. Hari ini Rabu, 06 Mei 2020 Bertempat di Kantor BPBD Provinsi Bali, kembali menyerahkan bantuan berupa baju kaos berjumlah 500 buah untuk para relawan dan garda terdepan penanggulangan Covid -19.

Bantuan diserahkan oleh Ketua Lembaga Layanan ( LL ) Dikti Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Sc yang secara simbolis menyerahkan baiu kaos bertuliskan Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi, Saya Melindungi Anda, Anda Melindungi Saya. “ Pada intinya gerakan Masker Bersama ini akan berlanjut terus termasuk pembagian masker ke Kabupaten Bangli, Buleleng dan Karangasem. Serta bergerak untuk mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menggunakan masker agar dapat memutus rantai covid-19. Aptisi dan assosiasi Pariwisata akan selalu siap memberikan bantuan kepada tim gugus tugas Covid -19 Provinsi Bali” ujar Prof. Dasi.

Sementara Bantuan diterima langsung oleh Ketua Gugus Tugas Covid – 19 Provinsi Bali Bapak Dewa Made Indra. “Saya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada Gugus Tugas covid – 19, ini akan membuat semakin semangat karena semakin banyak masyarakat peduli untuk memerangi Covid 19. Namun Pemerintah tetap mendengar masukan masukan terkait dengan penerapan PSBB di daerah lain dan menganalisa secara cermat. Strategi tim gugus tugas Provinsi Bali fokus kepada penyebaran yang bersifat local transmision dengan melakukan isolasi wilayah tertentu seperti di Desa Serokadan, Bangli, Padang Kerta Karangasem dan Bondalem, Singaraja. Pemerintah Provinsi Bali belum mengambil keputusan untuk lock down atau PSBB karena kasihan masyarakat Bali yang 4,2 juta akan dikorbankan” tegas Dewa Indra.

Pak Sekda menyakini bahwa kita bisa melawan ini lebih cepat dan tuntas melalui gerakan bersama, yaitu dengan mendisiplinkan diri, menggunakan masker, social distancing dan menjalankan pola hidup sehat. Strategi satgas sebelumnya focus pada pertahanan pintu masuk untuk mengantisipasi imported cases, sejak eskalasi kedatangan sudah menu run, maka sekarang lebih fokus pada pencegahan transmisi lokal. Sehingga Gerakan Masker Bersama Tat Twam Asi akan sangat membantu dalam mengedukasi untuk memutus rantai transmisi lokal.


Jumlah bantuan yang diserahkan ke Satgas Pemprov Bali pada hari ini adalah 500 pcs berupa baju kaos Gerakan Masker Bersama untuk Relawan Satgas, sekaligus sebagai bentuk edukasi masyarakat untuk menggunakan masker dan bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebelumnya pada hari senin 20 April 2020, Gerakan Masker Bersama telah menyerahkan bantuan tahap awal yaitu berupa  APD Masker Kain 11.918 pcs, APD Tutup Kepala 10 Box, APD Sarung Tangan 70 box, Berbagai Vitamin, dengan total nilai sumbangan tahap pertama adalah sebesar Rp. 79.130.000. Penyelenggara berharap agar gerakan ini bisa menjadi spirit bersama dalam menghadapi Pandemi Covid-19 di Bali serta menjadikan Bali sebagai provinsi yang pertama bebas dari Covid-19. Bersama kita bisa!(Ram/BI)

Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed