oleh

IPBI : MERAH PUTIH INDUSTRY APPRECIATION

Denpasar, Bali (07/08/2020)

Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) menggelar acara gathering bersama stakeholder pariwisata dalam semarak semangat merah putih pada Jumat, 7 Agustus 2020 di Restoran Ongan, Jalan Noja Denpasar. Acara terbatas sehubungan pandemi COVID-19 ini dihadiri para ketua asosiasi dan tokoh pariwisata yang berkontribusi dalam mendukung kampus yang terletak di Jalan Kecak 12 Gatsu Timur tersebut.

Acara bertajuk “SEMANGAT MERAH PUTIH IPB INTERNASIONAL ; Merah Putih Industry Appreciation” dihadiri sejumlah undangan yang berpakaian nuansa merah putih. Ketua PHRI Bali sekaligus Wagub Bali, Prof. Dr. Tjokorda Artha Ardana Sukawati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjen PHRI Bali, Perry Markus, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian lembaga IPBI dalam mencetak SDM Pariwisata Indonesia. “IPBI telah terbukti berkontribusi sangat besar dalam menjawab kegelisahan industri pariwisata di Bali dan Indonesia dalam penyediaan SDM yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Kami mendukung misi lembaga ini untuk semakin berkembang dan maju. Perubahan status dari Sekolah Tinggi yang meningkat menjadi Institut merupakan bukti bahwa lembaga ini sangat dinamis dan tidak pernah diam untuk meningkatkan kualitasnya” demikian dibacakan oleh Perry Markus.

Ketua YDWU; Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina , M.Pd.,CHT. CHA

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun yang menaungi IPBI, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd.,CHT.,CHA menyampaikan terimakasih kepada seluruh asosiasi atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Beliau juga menyampaikan bahwa keberadaan kampus hingga bisa saat ini tidak bisa tercapai jika tidak ada peran dan dukungan rekan-rekan di industri. “Mari kita lanjutkan kerjasama yang baik selama ini agar semakin solid demi keberlangsungan industri kita kedepannya dengan semangat semarak merah putih di tengah masa sulit pandemi COVID-19 ini. Percayakan pelatihan dan pendidikan karyawan dan calon karyawan Anda kepada kami. Kita sadari bersama bahwa pentahelix pariwisata ini yaitu pendidikan (academic), industri (business), masyarakat/asosiasi (community), pemerintah dan media tidak dapat dipisahkan satu sama lain, justru harus dikuatkan terus menerus” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan inovasi yang dilakukan oleh IPBI sehubungan pandemi COVID-19 agar tidak mengganggu jalannya perkuliahan. “Tim kami yang didukung anak-anak muda yang profesional bekerja dengan agresif menyiapkan dan menyusun sistem perkuliahan apa yang kami sebut Blended Learning, kombinasi antara online dan offline. IPBI ingin mengajak seluruh lembaga pendidikan dan praktisi pariwisata di Bali bersatu padu dalam mewujudkan peran sebagai pencetak SDM Pariwisata di Indonesia bahkan hingga Asia Pasifik. Bukan sekedar populer destinasinya, Bali harus mampu menjadi pencetak SDM Pariwisata terbaik berkelas internasional” kata Rektor IPBI , Dr. I Made Sudjana, SE.,MM.,CHT.,CHA dalam sambutannya.

Rektor IPBI; Dr. I Made Sudjana, SE.,MM.,CHT.,CHA

Pada kesempatan itu juga seluruh hadirin mendapatkan buku biografi : I Made Sudjana; Sambil Jalan Buka Jalan. Sebuah catatan perjalanan hidup rektor IPBI yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini. “Buku ini awalnya saya ingin persembahkan untuk keluarga, ditulis oleh Prof. Dharmaputra. Namun ternyata diminati oleh teman-teman ntuk motivasi dan sebagai inspirasi. Saya harap semoga bermanfaat untuk teman-teman.” kata Bapak I Made Sudjana.

Acara sangat akrab dan hangat tersebut juga diisi dengan sharing session dipandu langsung Rektor IPBI dan Wakil Rektor IV, Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd.,M.Pd. Tampak yang hadir adalah ketua dan perwakilan dari PHRI Bali, ASITA Bali, IHGMA Bali, HRA Bali, IFBEC Bali , HFLA Bali serta lainnya. Acara diakhiri dengan makan siang bersama serta pembagian bingkisan hasil produksi mahasiswa serta desa wisata dan UMKM binaan IPB Internasional.

Komentar

News Feed