oleh

Kampus Perhotelan Bali Millennium Kuta Menjalin Kerjasama dengan Hotel dan Asosiasi Profesi

Pembangunan sumber daya manusia yang menjadi program prioritas pemerintah Indonesia saat ini memotivasi pertumbuhan sektor pendidikan dan pelatihan semakin maju dan berkembang. Tidak terkecuali pada sektor pariwisata yang semakin meningkat pertumbuhannya dan menjadi industri unggulan pembangunan nasional. Pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi primadona masyarakat yang semakin cerdas dalam menyiapkan karir masa depan karena dirasakan manfaatnya dalam mencapai kompetensi diri untuk mendapatkan pekerjaan secara cepat setelah menyelesaikan pendidikan atau pelatihan.

Sejalan dengan hal tersebut, LPK Bali Millennium BEST (Bali Executive School of Tourism) Kuta milik Yayasan Pembangunan Desa Kuta (YPDK) yang telah berdiri sejak 2012 semakin gencar melakukan inovasi sejak 2018 lalu dan puncaknya pada 2020 melalui program revitalisasi manajemen dan sistem pelatihannya. Menurut Ir. Made Purba Wilantara, MM, Direktur LPK Bali Millennium, saat ini lembaga yang dipimpinnya sedang mengupayakan agar dapat mewujudkan Kuta sebagai kawasan wisata primadona internasional bukan hanya terkenal karena destinasinya namun juga harus memiliki lembaga atau sekolah yang mampu mencetak SDM unggul dan kompeten di bidang kepariwisataan. Ditambahkannya, “Dengan semakin meningkatnya kualitas lembaga kami diharapkan akan mampu menjawab tantangan di dunia kerja bahwa Kuta tidak perlu risau lagi untuk mendapatkan tenaga kerja terampil kedepannya, kami siap mencetak dan menyalurkannya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh tim konsultan yaitu pribadi insan pariwisata yang kami ajak bekerjasama untuk membangun Kuta dari segi SDM.” Hal ini lebih diyakinkan lagi kepada masyarakat dan dunia industri dengan dilakukannya kegiatan sosialisasi dan penandatanganan naskah kesepahaman bersama antara LPK Bali Millenium dengan asosiasi profesi perhotelan dan juga beberapa hotel.

Kegiatan tersebut berlangsung di H Sovereign Bali dan dihadiri tidak kurang dari 8 asosiasi profesi dan juga 32 orang General Manager, 29 praktisi Human Resources serta perwakilan dari SMK jurusan perhotelan. Salah satu konsultan di bidang Hubungan Industri dan Kelembagaan, I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA mengatakan kerjasama dengan industri dan asosiasi ini meliputi kegiatan saling mendukung kedua belah pihak serta penyediaan tempat pemagangan bagi mahasiswa ke depannya. “Sebagai praktisi kami sangat menghormati kerjasama yang harus dijalin dengan industri, jadi kita siapkan MOU nya dulu sebelum proses perkuliahan dimulai. Dan kami gembira sekali mendapat respon yang luar biasa dari rekan-rekan karena adanya kesamaan visi dan misi terkait pembangunan SDM ini. Secara professional kami bertiga, Saya – Ramia – Swabawa siap membantu semua lembaga atau kampus yang membutuhkan bantuan dari sisi praktisi. Karena tugas kami adalah memberi dukungan pada setiap permintaan sesuai kapasitas yang kami miliki. Dan LPK Bali Millenium milik Yayasan Pembangunan Desa Kuta ini kami rasa patut untuk lebih diberdayakan lagi sebagai milik masyarakat Kuta sehingga kedepannya dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kuta itu sendiri dan sekitarnya.”, ditambahkan oleh Astama yang juga sebagai Ketua IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Bali ini.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua YPDK, Ir. I Gusti Ketut Sujana, MBA, pihaknya melakukan screening tentang sosok konsultan yang pantas untuk membantu lembaga yang dimiliki dan akhirnya sepakat menjalin kerjasama dengan I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA (Bidang Hubungan Industri dan Kelembagaan), Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA (Bidang Pemasaran dan Penjamin Mutu), serta Ketut Swabawa, CHA (Bidang  Akademik dan Kompetensi). Pria yang akrab disapa Gung Joni ini mengatakan “Kami mengenal betul tiga sosok pakar perhotelan ini dan kami berharap besar kedepannya agar bisa berkontribusi lebih baik untuk destinasi Kuta khususnya dan Bali pada umumnya terutama dalam segi penyediaan SDM yang unggul, terampil dan kompeten.”

Tampak hadir pada acara tersebut di antaranya pimpinan asosiasi ICA Bali, IFBCE Bali, BSA Bali, IBA Bali, ABI Bali, IHKA, HFLA, ASMKPARI Bali disamping para assessor kompetensi. Salah satu undangan yang ikut menandatangani MOU saat itu, Eka Pertama,  menyampaikan harapannya agar LPK tersebut dapat berkontribusi secara konsisten terhadap dunia industri. “Kita lihat di Bali ini banyak sekali kampus atau LPK perhotelan, semoga Bali Millennium tidak setengah-setengah dalam programnya dan harus konsisten dalam kualitas pelatihannya untuk melahirkan SDM yang unggul sesuai harapan dan standar yang ada di industri”, kata pria yang menjabat sebagai GM The One Legian ini. Hal senada disampaikan oleh Komang Artana,S.Pd (GM X2 Bali Breaker) bahwa pihaknya siap mendukung baik menampung mahasiswa dalam praktek industri maupun membantu dalam memberikan pelatihan kedepannya.

Pada akhir acara Campus Manager LPK Bali Millennium, Wayan Agus Sedana, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh undangan yang telah berkenan hadir serta memberikan dukungan melalui penandatanganan MOU. “Kami berkomitmen untuk saling mendukung dengan dunia industri secara konsisten. Dengan 3 program pelatihan yang kami miliki, Restaurant Services, Culinary Art dan Rooms Division, dukungan dari rekan-rekan asosiasi ini sangat membantu kami dalam menjalankan pelatihan sehingga nantinya mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan nyaman berinteraksi dengan para instruktur yang berlatar belakang profesi Head of Department hingga General Manager ini”, kata Agus.

Komentar

News Feed