oleh

Kuliah Perhotelan Bersama Ahli Perhotelan

Maraknya lembaga pelatihan keterampilan (LPK) yang ada saat ini menuntut setiap lembaga harus mampu menampilkan keunggulan masing-masing agar senantiasa dapat berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompeten dan bertanggung jawab atas profesinya.  Melihat fenomena tersebut, beberapa tokoh ahli perhotelan di Bali mengambil sikap dengan memberdayakan potensi dan juga peranannya dalam mendampingi lembaga yang ada sehingga tujuan seluruh stakeholder dalam mewujudkan destinasi yang berkualitas dengan sumber daya manusia yang kompeten dapat tercapai.

Rapat Yayasan Pembangunan Desa Kuta (YPDK) bersama Tim Ahli Perhotelan

Bertempat di kantor Yayasan Pembangunan Desa Kuta (YPDK), trio tokoh perhotelan Bali yaitu I Nyoman Astama SE,MM.,CHA (Ketua IHGMA Bali), Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA (Wakil Ketua I – IHGMA Bali) dan Ketut Swabawa, CHA (Wakil Ketua II – IHGMA Bali) mengadakan pertemuan dengan pihak yayasan yang menaungi LPK Bali Millenium BEST untuk membahas operasional dan strategi kampus tersebut di tengah gemerlapnya wisata di kawasan premium Kuta, Badung. Pihak yayasan yang dipimpin ketua umum langsung, Ir I Gusti Ketut Sujana, MBA menyampaikan bahwa kampus yang dikelola yayasannya saat ini sedang melakukan proses revitalisasi seiring dinamika persaingan lembaga penyelenggara pelatihan dalam mewujudlan link and match dengan pihak user (hotel dan usaha pariwisata lainnya). “Kampus kami ini perlu pendampingan dari pihak ahli perhotelan sehingga dapat menjadi keunggulan dalam penyelenggaraan pelatihan. Fasilitas memadai yang kami miliki ini perlu dikelola oleh tenaga ahlinya sehingga dapat berkontribusi dengan baik untuk industri pariwisata yang ada di lingkungan kami. Termasuk juga masyarakat kami di Kuta ini terutama para generasi muda membutuhkan sentuhan managerial dan leadership skills yang matang agar mereka dapat bekerja secara professional nantinya serta mengelola usaha keluarga dengan baik dan menguntungkan tentunya” kata Agung Sujana pada kesempatan tersebut.

Kiri-Kanan : Swabawa, Astama, Ramia

Sementara Nyoman Astama dalam rapat tersebut memaparkan strategi yang akan diterapkan dalam mengelola lembaga tersebut dengan mengutamakan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dengan pengajar para ahli perhotelan dari kalangan General Manager dan juga Head of Department. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran konkrit terkait industri dan pekerjaan di dunia perhotelan serta meningkatkan kepercayaan diri serta kebanggaan mahasiswa untuk kuliah di LPK Bali Millennium BEST Kuta. Lebih lanjut Astama yang juga Managing Director Pacific Holidays ini menjelaskan “Kampus milik masyarakat Kuta ini perlu diselamatkan, perlu ditingkatkan perannya sebagai pencetak SDM yang unggul dan kompeten. Profesionalisme lulusan nantinya akan bermanfaat bagi rekan-rekan hotel khususnya di area Kuta ini mengingat adanya kesadaran untuk merekrut warga lokal sekitar hotel, dan kami siapkan calon tenaga kerja lokal yang benar-benar siap terjun di industri. Sehingga nantinya akan timbul suasana yang nyaman bagi semua pihak, hotel menerima karyawan dari warga lokal yang kompeten serta desa lokasi hotel juga mudah menyalurkan warganya karena telah memiliki kompetensi yang dibutuhkan di industri.”

Pendiri, pembina dan pengurus YPDK berphoto saat perayaan ulang tahun yayasan yang lalu

Ramia Adnyana menambahkan bahwa Kuta sebagai destinasi dunia dan bahkan dikenal dengan sebutan kampung internasional sudah saatnya memiliki kampus pelatihan terbaik untuk mencetak warga lokal menjadi SDM yang profesional serta pengusaha yang sukses. Dikatakannya bahwa kunci keberhasilan program pendidikan dan pelatihan vokasi khususnya bidang pariwisata dan perhotelan yang digelutinya ini adalah ada pada ekpertis dari pengelola dan tenaga pengajarnya. “Selain materi yang in line dengan kebutuhan industri, proses delivery-nya juga harus mampu menggambarkan kondisi real di lapangan. Figure ahli perhotelan ini memegang peranan penting untuk mengaktualisasikan materi pelatihan menjadi sesuatu yang mudah dipahami oleh mahasiswa, aplikatif dan practicable di industri. Jadi jika ingin belajar atau kuliah perhotelan ya sebaiknya dari ahli perhotelan akan lebih tepat. Sangat tepat sesuai denga¬† motto kampusnya yaitu BEST yang singkatan dari Bali Executive School of Tourism. ” kata Ramia yang juga President Director H Hotels and Resorts Bali ini.

Kampus yang terletak di Jalan Kartika Plaza Kuta ini memiliki fasilitas gedung yang lengkap, selain ruang kuliah yang ekslusif tersedia juga tentunya fasilitas laboratorium praktek sesuai divisi yang menjadi program unggulan kampus ini. Dijelaskan oleh Swabawa bahwa menurut pengamatannya fasilitas yang tersedia sangat memadai dan lengkap, selain itu juga tersedia aula yang sangat luas, perpustakaan, lapangan olah raga serta laboratorium multimedia dan bahasa. Ditanyakan terkait peluang kedepannya dalam bersaing dengan kampus-kampus sejenisnya, Swabawa menjawab “Kampus ini memiliki banyak keunggulan, kerjasama dengan asosiasi yang relevan dengan dunia perhotelan, berada di kawasan wisata premium yang siap menampung lulusannya, dan yang terpenting kerjasama serta dukungan masyarakat dan Desa sangat baik dalam misi bersama untuk mewujudkan Kuta sebagai destinasi utama yang tetap diminati dan berkelas di dunia. Kampus ini bisa menjadi role model bagi wilayah destinasi lainnya di Bali seperti Sanur, Ubud dan lainnya bahwa Desa dapat berperan dalam bersama-sama menyiapkan warganya untuk menjadi SDM yang unggul selain sebagai destinasi yang popular” kata pria yang sebelumnya berpengalaman sebagai GM dan juga aktif sebagai hospitality trainer dan key note speaker pada seminar di beberapa asosiasi kepariwisataan, hotel dan kampus di Bali hingga tingkat nasional.

Komentar

News Feed