oleh

LUAR BIASA, Terobosan Badung Menyiapkan New Normal Tourism

Tim Verifikasi Kesiapan Pariwisata Badung

Menuju kondisi new normal pada waktunya nanti tidak bisa hanya menunggu dan tiba-tiba berada di masa itu. Butuh proses yang panjang terutama terkait kesiapan semua pihak bersinergi saling mendukung sehingga masa transisi ke arah itu berjalan baik atau paling tidak terhindar dari kesalahan dan bencana yang lebih parah. Kepala Dinas Pariwisata Badung , Ir. I Made Badra, MM menyampaikan hal tersebut ketika membuka rapat koordinasi pemantapan Tim Verifikasi Kesiapan Pariwisata Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism pagi tadi di Mangupura, Badung.

Rapat dipimpin langsung oleh Kadisparda Badung dan dihadiri Kadis Kominfo, Kasat Pol PP, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta beberapa kepala bidang terkait selain tentunya juga ketua dan anggota tim verifikasi. Pada pembekalan kepada seluruh tim, Made Badra menekankan perlunya kesamaan pemahaman semua pihak terhadap kegiatan tersebut. “Kita sangat menyadari bahwa Badung sangat bertumpu pada pariwisata dan kita sudah kehilangan income selama 3 bulan lebih. Jika mau perjalanan menuju new normal dapat berjalan lancar maka kesiapan industri ini perlu dicek dan dipastikan standarnya dulu. Pak Bupati sudah menyampaikan Surat Edaran untuk panduan terkait dan dibarengi dengan mengeluarkan SK Pengangkatan Tim Verifikasi yang terdiri dari unsur Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan para praktisi terdiri dari profesional, assessor dan auditor serta didukung oleh Dinas Kominfo terkait proses pendaftaran dan administrasinya yang kami rancang secara online. Maka dari itu pemahaman kita semua harus sama dulu, agar program ini dapat berjalan dengan baik. Kami ingin membantu rekan-rekan pengusaha juga agar mereka segera bisa beroperasi namun dengan protokol kesehatan yang kuat demi kelangsungan proteksi terhadap mata pencaharian para karyawannya.” kata pria yang berasal dari Kuta, Badung ini.

Kadisparda, Kasat Pol PP dan Kadis Kominfo Kabupaten Badung dalam rapat koordinasi Rabu, 17 Juni 2020

Dalam pemaparannya, Koordinator Tim Verifikasi , I Nyoman Astama, SE.,MM., CHA menyampaikan bahwa kegiatan yang diawali dengan rapat perdana pada 4 Juni lalu telah berhasil menyempurnakan rancangan panduan secara terus menerus dan telah mulai disosialisasikan secara online pada sebuah webinar di tanggal 16 Juni 2020. Antusias pengusaha sangat tinggi untuk dilakukan verifikasi pada tempat usahanya, terlihat dari ratusan permohonan yang telah masuk ke website Disparda Badung sejak beberapa hari lalu. Dikatakannya pula bahwa tahap awal akan dilaksanakan verifikasi di 9 tempat sebagai pilot project yang akan dimulai pada Senin depan. Astama mengatakan, “Berdasarkan sidak kami ke beberapa lokasi di wilayah Badung pada 5 Juni 2020 bersama Bapak Sekda kami temukan tempat yang kami kunjungi sudah hampir mencapai 85% kesiapannya dalam konsep new normal. Bahkan beberapa sudah mulai melakukan simulasi dan promosi lewat video-video dengan standar barunya. 9 tempat yang akan kami verifikasi minggu depan diantaranya ada 3 hotel, 2 destinasi wisata, 1 mall, 2 restoran serta 1 Spa. Kami juga didukung oleh Satpol PP Badung sebagaimana disampaikan tadi oleh Kasat bahwa Satpol PP dapat melakukan tindakan penertiban sampai ke pencabutan ijin operasional usaha bagi yang telah mendapatkan sertifikat verifikasi kesiapan ini namun kedepannya ditemukan pelanggaran atas standar yang telah dipenuhinya sebelumnya.”. Lebih lanjut menurutnya tim akan menjalankan sosialisasi terus menerus secara pararel dengan tahapan verifikasi ini.

Suasana Rapat Koordinasi di Gedung Sapta Pesona, Kantor Disparda Badung

Pada kesempatan tersebut dibahas juga perihal keharusan tempat usaha menyiapkan sistem rekayasa mitigasi untuk kondisi seandainya ditemukan atau adanya kejadian orang terdeteksi terkena coronavirus. Semua proses verifikasi dilakukan dengan metode physical evidence (penampilan dan bukti secara pisik) serta documentation (penyertaan dokumen pendukung terkait hal-hal yang menjadi standar yang terdapat dalam surat edaran Bupati Badung). Tim verifikasi dari kalangan praktisi tampak semuanya hadir seperti Dr.(c).I Made Ramia Adnyana,SE.,MM.CHA, Ketut Swabawa, CHA, Drs I Gede Sukarta, MBA, I Made Mangku Sulasajaya serta I Nyoman Picha. Kita doakan bersama semoga wabah virus ini tidak membawa bencana yang lebih besar karena semua harus menyadari bahwa kita harus mampu hidup berdampingan kedepannya. Dengan demikian diharapkan industri pariwisata dapat mulai bergerak dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedepannya untuk kesejahteraan rakyat.

Komentar

News Feed