oleh

Mengintip Koleksi Prasejarah di Museum Nasional

IMG-20160328-WA0007 IMG-20160328-WA0011 IMG-20160328-WA0006JAKARTA – Museum Nasional atau yang lebih dikenal dengan Musuem Gajah merupakan satu dari sekian museum yang menyimpan koleksi prasejarah. Museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat ini menjadi wisata sejarah dan budaya di tengah pusat kota.

Museum Gajah menyimpan sekitar 141.900 benda-benda yang memiliki nilai sejarah, terdiri dari koleksi arkeologi, prasejarah, numismatik, keramik, geografi, dan etnografi. Museum ini memiliki berbagai koleksi Prasejarah berupa replika tengkorak manusia serta benda-benda yang yang berkaitan dengan kepercayaan kepada nenek moyang, seperti aksesoris manik-manik, kapak genggam, dan batu gamping kersikan.

Koleksi arkeologi di museum ini berupa arca dewa-dewa Hindu dan Budha, peralatan upacara, dam prasasti. Dikutip dari Indonesia Travel, bahwa Patung Bhairawapatung berasal dari abad ke 13 dan 14 dengan tinggi 414 cm merupakan patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat. Patung ini juga menjadi salah satu daya tarik utama di museum ini.

Museum yang diresmikan pada Tahun 1868 oleh Persatuan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia ini, juga menyimpan koleksi etnografi berupa hasil budaya dari seluruh suku-suku bangsa di Indonesia. keanekaragaman budaya dari Sabang sampai Marauke dipajang di museum ini dengan tiga bagian ruangan.

Pada bagian ruangan pertama, pengunjung dapat melihat koleksi etnografi dari Indonesia bagian Timur, seperti Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, sedangkan pada bagian tengah terdapat koleksi dari Pulau Kalimantan, Bali, dan Sulawesi, kemudian pada bagian akhir ruangan terdapat koleksi dari Indonesia bagian Barat, seperti Sumatera dan Jawa.

Sebelum memasuki ruangan koleksi etnografi tersebut, para pengunjung terlebih dahulu akan memasuki ruangan yang memajang seluruh replika rumah adat nusantara. Dekat dengan pintu masuk, di sanalah terdapat arca-arca yang menjadi koleksi prasejarah, mulai dari arca Hindu-Budha sampai prasasti.

Museum Nasional ini buka pada hari Selasa-Jumat pukul 08.30-16.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu-Minggu pukul 08.30-17.00 WIB. Untuk biaya masuk museum ini tidak terlalu merogoh kocek terlalu dalam, mulai dari Rp 2.000,- sampai Rp 10.000,- tergantung pengelompokkan usia.

Rifkal, salah satu pengunjung mengaku sengaja membawa anak-anaknya datang ke Museum Nasional ini agar dapat mempelajari dan mengetahui tentang keberagaman daerah di Indonesia. “Saya khawatir jaman sekarang anak-anak lebih senang melihat karya luar negeri, sedangkan di negara kita sendiri (Indonesia) banyak sekali karya berupa adat dan budaya. Anak-anak saya sengaja saya kenalkan pada warisan budaya bangsanya sendiri, agar mereka memiliki kesadaran untuk mengagumi dan menjaga kekayaan Indonesia,” jelasnya.Nisa20160326_152612

Komentar

News Feed