oleh

PENYALURAN KUR DAN LAYANAN PERBANKAN SECARA DIGITAL DUKUNG REAKTIVASI PARIWISATA BALI

Mangupura, Badung – www.baliinspirasi.com (30/7/2020)

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung kembali menggelar webinar terkait sosialisasi sistem verifikasi kesiapan pariwisata menuju tatanan era baru masyarakat Bali yang produktif dan aman COVID-19. Sehubungan program reaktivasi industri pariwisata di Bali melalui 3 tahapan yang diluncurkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 5 Juli 2020 lalu, pihak perbankan pun tampak turut memberikan dukungan kepada pelaku usaha dalam menyiapkan usahanya. Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi sistem verifikasi tahap V bidang pariwisata Kabupaten Badung yang diselenggarakan secara online siang tadi, 30/7/2020 pukul 13:00 – 15:15 WITA melalui jaringan Zoom Apps.

Ir. I Made Badra, MM – Kadisparda Badung

Kadisparda Badung, Ir. I Made Badra, MM dalam keynote speech-nya memaparkan bahwa produk perbankan diharapkan dapat memperkuat upaya para pelaku usaha dalam menerapkan program CHSE serangkaian verifikasi kesiapan industri pariwisata. “Contactless sebagai penerapan CHSE sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha pariwisata tentunya. Jadi kami kombinasikan terkait sosialisasi tahap ke-5 secara online sekaligus memberi tambahan wawasan mengenai sistem pembayaran secara digital atau non tunai terutama bagi pelaku UMKM bidang kepariwisataan” kata Made Badra menjelaskan tentang dilibatkannya pihak perbankan pada sosialiasi tersebut untuk membantu para pelaku usaha dalam mencari solusi untuk pengurangan kontak sentuh dalam layanan kepada wistawan dalam bentuk pembayaran non tunai. Lebih lanjut disampaikan oleh pejabat yang segera memasuki masa purna tugas ini bahwa ia optimis pariwisata Badung akan mampu kembali meraih kejayaannya apabila sistem tata kelola kepariwisataan ini benar-benar didukung penuh oleh seluruh stakeholders secara konsisten dalam komitmen bersama.

Moderator Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA

Webinar dipandu oleh DR.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA dan dihadiri oleh hanya sekitar 58 peserta dari berbagai sektor usaha. “Kita maklumi bersama bahwa hari ini adalah sosialisasi tahap ke-5 dan jumlah agak sedikit dibanding sebelum-sebelumnya.  Hari ini difokuskan pada pemantapan usaha akomodasi non bintang, bintang 1 dan 2. Sebelumnya kita telah banyak mengumpulkan peserta dari 140 – 200 peserta per jadwal webinar yang diselenggarakan. Dan ini sebagai bukti bahwa tim verifikasi sangat serius dalam melaksanakan program verifikasi kesiapan pariwisata ini , sosialisasi dilaksanakan secara kontinyu dan hari ini kami didukung oleh rekan perbankan dari Bank  BNI Denpasar” kata Ramia Adnyana, tokoh pariwisata Bali yang juga Wakil Ketua Umum DPP IHGMA ini.

Tampil sebagai pembicara pertama adalah I Ketut Swabawa, CHA mewakili Ketua Tim Verifikasi memaparkan latar belakang, sasaran, mekanisme dan laporan berita acara rekomendasi sistem verifikasi. Swabawa menggarisbawahi bahwa Badung sangat serius dalam persiapan reaktivasi industri, sehingga sekilas memang tampak bahwa proses di Badung lebih ketat dari yang lainnya.  ” Adanya pertanyaan dari peserta tentang skor/nilai yang berbeda-beda yakni 0-1-2-3 dalam kolom unit pengecekan, kami sampaikan bahwa kami harus mengapresiasi pencapaian pelaku usaha. Misalnya yang hanya punya dokumen SOP saja tentunya mendapatkan nilai yang lebih rendah dari yang sudah punya SOP, melatihkannya kepada karyawannya serta menerapkannya secara konsisten di operasional usahanya.  Dan juga bukan hanya hotel , restoran , DTW saja untuk tingkat kabupaten/kota yang harus diverifikasi sesuai SE Kadisparda Bali pada 1 Juli lalu , namun sektor lainnya sebagai pendukung pariwisata yang dibutuhkan bagi wisatawan seperti pusat perbelanjaan dan mall, stand-alone spa and wellness, tempat hiburan dan sejenisnya itu juga kami verifikasi untuk wilayah Badung. Ya kita harus serius, jika mau buka destinasi maka tempat usaha seperti itu juga harus dicek” ungkap Swabawa yang juga Wakil Ketua DPD IHGMA Bali dan Direktur Swaha Hospitality Bali itu.

Swabawa (kiri) dan Yessy (kanan), pembicara webinar sosialisasi verifikasi yang diselenggarakan oleh  Disparda Badung (30/7)

Pihak perbankan dalam hal ini bank BNI Cabang Denpasar yang tampil sebagai narasumber lainnya memaparkan produk kredit lunak berupa K.U.R dengan bunga ringan 6%/tahun. “Kami ada 3 skema dalam penyaluran kredit ini yaitu CSR, subsidi dan komersial. Karena sektor pariwisata ini perlu dibantu pendanaan untuk membuka kembali usahanya” kata Yessy Aktaina, Pimpinan Sentra Kredit Mikro BNI Cab Denpasar dalam paparannya. Yessy menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk memberikan pendampingan dan konsultan pinjaman lunak bagi pelaku usaha di Bali, khususnya bidang pariwisata yang menjadi sektor industri terbesar di Bali. Selain Yessy Aktaina, hadir pula pembicara Eka Sanjaya yang menjelaskan tentang Quick Response Indonesia System (QRIS) yakni program pembayaran non tunai yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan didukung oleh puluhan bank BMUN serta swasta di Indonesia. Pembicara terakhir adalah IGAN Angligan yang membahas tentang proses pembayaran secara virtual account.

Salah satu pertanyaan yang konstruktif tampak diposting melalui kolom chat webinar yang disampaikan oleh pemilik akun atas nama Putu Gede Hendrawan, yang menanyakan bagaimana kiat tim verifikasi menyelesaikan proses verifikasi di Badung dengan keterbatasan jumlah anggota tim sementara ada ribuan jumlah tempat usaha yang harus diverifikasi. Hal ini sudah ditanggapi oleh Swabawa pada webinar sebelumnya minggu lalu dan dijelaskan kembali bahwa,  “Kami telah mendapat informasi dari Disparda bahwa sesuai saran DPRD Badung agar diusulkan pada anggaran perubahan pada September 2020, perlu adanya perekrutan dan pelatihan bagi kandidat tim verifikator yang baru untuk menambah jumlah yang ada sekarang. Karena metodologi verifikasi dan mekanisme ini kan harus diterapkan sama oleh semua tim verifikator, jadi prosesnya melalui seleksi dulu dan pelatihan. Tentu kami sangat perlu dukungan dari rekan-rekan yang kompeten di industri dan juga asosiasi kepariwisataan untuk melengkapi kekurangan anggota tim yang ada saat ini. ” pungkasnya.  (red.sb/BI)

Komentar

News Feed