oleh

Rapat Koordinasi Tim Verifikasi Kesiapan Stakeholder Pariwisata


Renon, Denpasar (BALIINSPIRASI.COM), 16/7/2020

Bali semakin memantapkan langkah menuju kesiapan tatanan kehidupan era baru masyarakat Bali yang produktif dan aman COVID-19. Khususnya di bidang pariwisata yang menjadi lokomotif pergerakan ekonomi di Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam rangka akselerasi kesiapan industri pada hari Rabu, 16 Juli 2020 bertempat di ruang Soka, kantor Disparda Bali, Renon – Denpasar.

Pada sambutan pembukaan Kadisparda Bali Ir. I Putu Astawa, MMA menjelaskan tujuan rapat tersebut dan menambahkan lagi harapannya agar proses verifikasi bagi pelaku industri dapat meyakinkan wisatawan dunia bahwa Bali siap menyambut kedatangan wisatawan yang rencananya secara bertahap pada akhir Juli 2020 dan pertengahan September 2020.  “Badung yang menjadi central tourism activity di Bali telah kami siapkan dukungan untuk menurunkan tim verifikasi dari Provinsi Bali pada hotel bintang 3-4-5 yang ada di wilayah tersebut. Dalam pertemuan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi terkait hal tersebut sehingga dapat melancarkan tugas tim verifikasi di lapangan” kata Putu Astawa.                       

Photo bersama TVK Prov Bali dan Kab Badung usai pertemuan

Kadisparda Badung, Ir. I Made Badra, MM yang hadir didampingi Tim Verifikasi Kab. Badung, Nyoman Astama – Ramia Adnyana – Ketut Swabawa memaparkan mekanisme dan proses verifikasi yang dilaksanakan di wilayahnya. “Awalnya kami menyusun panduan protokol kesehatan bidang pariwisata yang dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Badung No. 259 tahun 2020 setelah diangkatnya Tim Verifikasi melalui SK Bupati pada 4 Juni 2020. Selanjutnya tim melaksanakan tugas sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) harian yang diterbitkan sesuai jadwal penugasan dari kantor Disparda. Setiap tim tugas terdiri dari unsur ahli industri, dinas kesehatan, dinas tenagakerja dan perindustrian, satpol PP serta tentunya Kabid atau Kasi dari Disparda sendiri. Jadi aspek otoritas kewilayahan, legitimasi serta komitmen akan hasil verifikasi untuk jangka panjang sangat kami perhatikan agar tidak terkesan grasa-grusu ” kata Made Badra asal Kuta, Badung ini.

Wakil ketua tim percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Bali, IGAN Rai Suryawijaya, MBA pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa semua pihak berada dan telah menjalankan prosedur yang benar selama ini. Tinggal bagaimana kita memantapkannya agar ketika destinasi ini akan dibuka untuk wisatawan luar Bali dan mancanegara, kondisinya benar-benar siap. “Dari diskusi yang hebat hari ini dan masukan dari para industry expert baik dalam tim verifikasi pada Provinsi Bali maupun kabupaten Badung , saya yakin ini bisa berjalan bersama-sama. Apalagi Badung memang lebih duluan menjalankan verifikasi ini, jadi tinggal disesuaikan dan dikoordinasikan agar tidak tumpang tindih kedepannya” ungkap pria yang juga Ketua BPPD/PHRI BPC Badung ini.

(SWA/BI)

News Feed