oleh

Semua SKPD Ready Kab. Badung Menuju Smart City

Secara bertahap, namun pasti Kabupaten Badung terus berupaya mensejahterakan masyarakat dengan berbagai program  pembangunan. Selain, perhatiannya kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, Kab. Badung yang dipimpin  Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wakilnya Ketut Suiasa ingin segera mewujudkan daerah destinasi Pariwisata ini, menjadi Smart City ( Kota pintar ),berbasis Informasi Teknologi ( Digital )

Berbagai dukungan finanasial dan sumber daya manusia yang mumpuni, Badung menuju Smart City sudah mulai dilakukan dengan membangun Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika, lengkap dengan Comando Centre, yang dilaksanakan anggaran Tahun 2017 ini sebesar Rp. 75 miliar.

Ide Bupati untuk meningkatkan kualitas layanan publik berbasis IT ini sebenar sudah dilakukan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah( SKPD ) seperti Dispenda, BPPT, Disdukcapil, dan SKPD lainnya.Namun tahun 2017 semakin ditingkatkan dengan mewujudkan pembangunan Infrastruktur, yang diimplementasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Informatika).

Langkah nyata yang akan dilakukan Dinas Kominfo Kab.Badung Dipimpin  Wayan Weda Dharmaja, selain membangun Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika dan Command Centre ( sebuah ruangan khusus yang menampilkan hasil analisis data digital Badung untuk monitoring dan dasar pengambilan keputusan ),di Puspem Badung.

Prioritas lainnya dengan  Survey yakni Data Dasar sumber dari Aflikasi yakni Kependudukan, Simpeg dan data Sparsial.Pertama data kependudukan, baik menyangkut jumlah, jenis kelamin dan identitas lainnya. Kedua, data simpeg, yang nantinya memberikan layanan.Siapa SKPD atau unit kerja yang memberikan layanan. Ketiga, Sim Sparsial.

Dari sini akan ditentukan koordinat objek, sebuah desa yang muncul di peta akan kelihatan titik koordinat, serta jumlah penduduknya, “ Kita akan menghitung Koordinat dan Pemetaan Desa,dan Dinas termasuk lokasi kantor pemerintahan,semua dibutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit, “ jelas Kadis Kominfo,Badung, Wayan Weda Dharmaja, didampingi empat kepala bidangnya dan Kabag Humas Nyoman Sujendra,saat tatap muka dengan media Senin ( 23/1) di Puspem Badung.

Ia memastikan Dinas Komenfo,Badung  telah memiliki 35 aplikasi yang telah eksisting,dan 49 aplikasi yang akan dikembangkan serta yang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, “ Semua aplikasi untuk mendukung Smart city,ini sifatnya masih parsial yang dikelola SKPD dan unit-unit kerja yang  nantinya akan diintegrasikan untuk bisa memberikan layanan komprehensif kepada masyarakat, “ jelasnya

Untuk merealisasikan Ke-35 aplikasi tersebut, kata Weda Dharmaja, pihaknya akan menambah kapasitas bandwict yang sudah ada,maka dibutuhkan 500- 700 megabit/detik yang rencananya dilakukan sholder operator IT, lewat infrastruktur Fiber Optic mengingat topografi Kab.Badung yang berbukit,Untuk membuat 35 Aplikasi tersebeut, pihaknya akan melakukan sendiri, tidak melibatkan aplikasi yang sudah tersedia saat ini, “ Kita akan rekruit 5 orang Programer sebagai Eksekutor dan 2 orang Leader ( non ) PNS, untuk menguiji Aplikasi, dan mengoperasikan Commando Centre ( CC), sekaligus merekruit PNS yang kebijakaannya di Pemerintah Pusat, “  tandas Weda Dharmaja.

Selain 35 aplikasi yang telah eksisting dan segera diintegrasikan, tegasnya, Badung juga merancang 49 aplikasi lainnya yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa di antaranya dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Tangerang,berupa SI MISKIN (SI pendataan keluarga miskin), sistem informasi petugas lapangan, SI SAHAB (sistem informasi standar analisis harga barang), LAKSA (layanan aspirasi kotak suara), portal kependudukan online, segar (portal harga pasar), dashmord LIVE dan LIVE lanuncer, sistem informasi kepegawaian daerah, SKP online, e-absensi, e-anjab, e-office, sistem informasi pengendalian menara telekomunikasi, buku tamu, PPDB SMP, sistem informasi aplikasi pemerintahan.

Juga sistem perizinan UKM dan koperasi, informasi manajemen proyek,  bisnis dan investasi,informasi tata ruang, bansos dan hibah,  permohonan dan pemangkasan pohon perindang,pengaduan pengambilan sampah, pemetaan sarana dan prasarana jalan, pemetaan fasilitas dan pelayanan masyarakat, pemetaan taman dan pohon perindang jalan, pemetaan cuaca, pemetaan daearah rawan bencana,  pemetaan kependudukan: RTM, RTS, pendidikan gender, pekerjaan, alarm bencana, manajemen rekayasa lalu lintas, pengujian kendaraan bermotor,  pemetaan pasar tradisional dan pasar modern, pemetaan UMKM, koperasi, LPD,  pemetaan fasilitas pariwisata, pemetaan pura,dan puskesmas, rumah sakit negeri/swasta, klinik, layanan kesehatan, sekolah, pemetaan rawan sosial.

Untuk layanan kesehatan: rujukan online, kartu Badung sehat,  layanan kesehatan rekam medis terintegrasi, dan bantuan tindakan medis.Bahkan  informasi  antrean untuk semua layanan kesehatan,pendidikan (PPDB diperluas),layanan ketenagakerjaan,layanan keliling terpadu, pemetaan aset Pemkab Badung, dan pengelolaannya,layanan perusahaan daerah dan  pajak online.

Saat ini Kab. Badung,sudah memasang CCTV pada titik-titik strategis di Kuta dan kawasan lainnya, “ Di Kuta telah terpasang  wifi gratis di 150 titik strategis. Sementara di bidang perangkat lunak, pihaknya melaksanakan pembangunan aplikasi /smart city/ berbasiskan data kepegawaian, kependudukan, maupun data spasial.( Nani )

Komentar

News Feed