oleh

VERIFIKASI KESIAPAN DESTINASI DI KABUPATEN BADUNG DISERTAI PEMBINAAN

Kuta, Badung. BALIINSPIRASI.COM

Hari ke-3 pelaksanaan pilot project verifikasi kesiapan stakeholder pariwisata di Kabupaten Badung yang digagas Dinas Pariwisata pemerintah setempat mengunjungi DTW Pantai Kuta dan Discovery Kartika Plaza Hotel. Berdasarkan pantuan Baliinspirasi.com di pantaiĀ  Kuta, tim verifikasi nampak dipimpin oleh I Ketut Swabawa, CHA dan didampingi anggota tim Drs. I Gede Sukarta, MBA, Ida Ayu Anggreni Pudja, SH.,M,Si, I Putu Subawa Nada, Ibu Agung serta lainnya. Kedatangan tim verifikasi kabupaten Badung tersebut diterima oleh pihak Pengelola DTW Pantai Kuta, dimulai dengan penjelasan panduan standar protokol kesehatan di kawasan pantai Kuta dan dilanjutkan dengan pengecekan lapangan menyisir area pantai tersebut.

Penjelasan Ketua Tugas Lapangan Tim Verifikasi Kab Badung di Pantai Kuta, Bali

Selama pelaksanaan verifikasi di Kabupaten Badung dalam tiga hari tersebut, ketua tim tugas lapangan Swabawa menjelaskan bahwa pihaknya juga sekaligus melakukan pembinaan terutama terkait hal-hal yang menjadi prioritas program CHS dari Kemenparekraf RI. “Karena kita semua menyadari bahwa panduan ini adalah hal yang baru, jadi penekanan aktualisasi di lapangan adalah bagaimana kondisi pisik agar sesuai dengan panduan yang dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Badung No. 259 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan di bidang pariwisata. Dimana dari program CHS Kementerian Pariwisata ; Cleanliness-Health-Safety, di Badung kami menambahkannya berupa 2 elemen lagi yaitu Contactless (mengurangi kontak sentuh) dan Extra Mile yaitu upaya terus menerus secara meningkat untuk kenyamanan wisatawan. Extra mile inilah bentuk kreatifitas industri dalam menampilkan Service Excellence untuk mewujudkan customer satisfaction andĀ  trust sehingga nantinya akan banyak repeater guest ke Bali seperti masa-masa dulu itu. Hari ini bersamaan juga adanya program penanaman pohon di kawasan pantai dan dihadiri Bupati Badung Bapak Giri Prasta, beliau tadi sempat memberi semangat kepada kami agar percepat proses verifikasi agar pihak industri memiliki motivasi dan lebih percaya diri dalam bersiap menuju new normal ketika wilayah telah dibuka oleh pemprov Bali ” kata Swabawa yang juga Wakil Ketua DPD IHGMA Bali ini.

Lebih lanjut terkait pembinaan yang dimaksud oleh Swabawa ditambahkan lagi oleh Ida Ayu Anggreni Pudja, SH.,M.Si bahwa pihaknya senantiasa melakukan pembinaan bagi pengelola daerah tujuan wisata (DTW/Destinasi) menuju pariwisata yang berkualitas dan berkesinambungan. ” Apalagi dalam rangka menuju new normal tourism ini, kami menyadari rekan-rekan pengelola DTW mungkin masih merasa belum siap karena selain persiapan secara pisik berupa penyediaan tempat mencuci tangan, pemasangan himbauan kepada pengunjung, pengelola juga diwajibkan membuat SOP dan melakukan pelatihan kepada tenaga kerja berdasar panduan yang telah ditetapkan. Seperti di sini kami juga membantu mereka untuk menyusun standar baru yang dibutuhkan untuk mewujudkan destinasi yang bersih, sehat dan aman bagi wisatawan dan juga tenaga kerja pariwisata yang ada di pantai Kuta ini”, kata Kabid DTW pada Disparda Badung ini.

Kiri-Kanan : Sukarta, Swabawa, Subawa, Pihak Pengelola Pantai Kuta, Ida Ayu Anggreni Pudja

Diharapkan bahwa program verifikasi kesiapan stakeholder pariwisata dalam rangka untuk mendapatkan sertifikat kesiapan menuju new normal tourism dari Bupati Badung tersebut bukan sebagai titik akhir penampilan new normal standard di lapangan. Seperti yang dijelaskan oleh anggota tim verifikasi lainnya, Putu Subawa Nada (Kabid Binmas Satpol PP) bahwa pihaknya akan melaksanakan program monitoring kedepannya untuk mengawasi konsistensi pelaku usaha dan pengelola destinasi di lapangan dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh I Gede Sukarta bahwa selain adanya sanksi akibat pelanggaran atas komitmen yang telah disampaikan itu, sebenarnya penerapan new normal tourism melalui konsistensi dalam menampilkan standar kesehatan dalam produk , layanan dan sistem pengelolaan adalah kebutuhan pihak pelaku usaha kedepannya untuk dapat bersaing dalam bisnis melalui cara menampilkan keunggulan produk. “Selain konsekwensi logis, new normal ini bagi kita adalah peluang bagus untuk memperbaharui produk kita. Contohnya saya juga Ketua Bali Villa Association, jadi tahu betul persaingan bisnis harus disiasati dengan strategi mengubah tantangan menjadi peluang. Protokol kesehatan itu menjadi kata kunci persaingan kedepannya, jadi tidak ada alasan untuk penerapan yang sesaat atau sebentar saja, namun harus konsisten” kata Sukarta yang juga Corporate GM Villa Kayu Raja Seminyak ini penuh optimis. (red.sb/BI)

Komentar

News Feed