oleh

WEBINAR STRATEGI REAKTIVASI USAHA PARIWISATA DIGELAR BESOK, 13 AGUSTUS 2020

Denpasar, Bali – www.baliinspirasi.com (12/8/2020)

Webinar atau seminar online memang salah satu media strategis dalam upaya menambah wawasan dan pengetahuan pada kondisi saat ini dimana protokol kesehatan harus diterapkan dan sebagai upaya dalam penghematan biaya penyelenggaraan. Memang beberapa pihak mengganggap webinar sebagai hal yang membuang waktu, namun tidak banyak juga yang memanfaatkannya sebagai media mendapatkan informasi penting dan strategis di tengah gejolak pandemiĀ  COVID-19.

“Pandemi COVID-19 ini kan hal yang baru dalam kehidupan di dunia, tidak ada orang yang siap sebenarnya dengan kondisi seperti sekarang. Namun sebagai insan yang memiliki tanggung jawab baik pribadi maupun dalam tugas kerja di perusahaan, kita dituntut kreatif dalam menyikapinya. Jangan sampai kendala ini menjadikan kita hanya pasrah dan pesimis. Kami dari BPPD/PHRI Karangasem menginisiasi kegiatan webinar terkait strategi reaktivasi tempat usaha ini agar rekan-rekan di industri terutama yang masuk dalam kelompok UKM mendapatkan tambahan pengetahuan baru sehingga lebih percaya diri dalam memulai kembali operasional usahanya” kata I Wayan Kariasa, SH, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan Persatuan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) BPC Karangasem ini.

I Wayan Kariasa, SH (Ketua BPPD / PHRI BPC Karangasem)

Ditambahkannya bahwa industri pariwisata merupakan sektor yang terdampak terbesar dalam masa pandemi ini, dikhawatirkan keberlangsungan usaha kedepannya semakin buruk jika ketika memulai pembukaannya kembali tidak dibarengi oleh strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi tatanan era baru. Pihaknya sangat yakin bahwa dengan menghadirkan narasumber dari praktisi ahli pariwisata dan perbankan akan mampu menjadi opsi yang strategis bagi industri. “Khususnya pembiayaan atau refinancing ini kan hal yang dikhawatirkan juga, tanpa penghasilan selama hampir 5 bulan ini dan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit ketika menyiapkan kembali produk yang dimiliki. Sehingga ketika telah berangsur-angsur pulih, produk usaha pariwisata ini telah dapat menampilkan produknya dengan baik dan diminati oleh wisatawan” tambahnya.

Webinar ini menampilkan pembicara I Ketut Swabawa, CHA dan Ricky Putra, CHA dari kalangan praktisi pariwisata serta I Gusti Ayu Citrawati, SE dan Ida Ayu Made Denia Sari, SE dari perbankan. Dihubungi via telepon hari ini, Swabawa yang juga Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali menyampaikan bahwa pembukaan kembali suatu tempat usaha khususnya bidang pariwisata membutuhkan strategi yang matang agar tidak menjadi bumerang dan mengecewakan pada akhirnya. “Sama halnya dengan yang sedang kami lakukan pagi tadi dalam seminar bersama pokdarwis bahwa pemahamanan tatanan era baru perlu diperdalam agar tidak menjadi mimpi buruk dan sesuatu yang too over protective. Dalam webinar besok saya akan berikan beberapa tips strategis bagaimana menampilkan produk kepariwisataan, memahami perubahan perilaku konsumen, menganalisa dan mengelola keuangan dalam persiapan pembukaan serta bagaimana menentukan target dan menciptakan sustainability di era baru ini” katanya.

Ketut Swabawa, salah satu pembicara dalam webinar 13/8/2020

Disebutkan pula bahwa narasumber dari perbankan diharapkan dapat memberikan informasi kemudahan bagi nasabah dan calon nasabah khususnya para pelaku usaha wisata dan UKM. “Banyak lho pengusaha lokal kita yang tidak berani mengajukan kredit pinjaman sebagai modal kerja awal atau working capital karena takut tidak bisa bayar nantinya. Situasi ini tidak menentu, maka sebaiknya pengusaha lokal ini mencari informasi yang tepat dan bermanfaat akan hal itu. Webinar ini sangat saya rekomendasikan bagi mereka agar industri kita ini hidup. Bali perlu didukung destinasinya oleh semua pihak. Jika sektor pariwisata telah hidup, yang lainnya akan mengikuti secara linier dan pararel.” imbuh Swabawa.

Sementara moderator webinar ini adalah sosok yang tidak asing dalam industri pariwisata Bali, Dr.(C) I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA (Wakil Ketua Umum DPP IHGMA). Ramia menyebut kolaborasi praktisi pariwisata dan perbankan merupakan format yang ditunggu-tunggu ketika membahas tentang pembukaan suatu bisnis. Sinergitas pelaku usaha di industri pariwisata dengan jasa perbankan diharapkan mampu menjawab kegelisahan dan ketakutan terkait refinancing untuk working capital ini. “Industri butuh strategi yang matang dan relevan sesuai kondisi terkini, setelah hampir lima bulan tutup kini saatnya usaha wisata dibuka secara bertahap sehingga analisa setiap tahapan ini sangat dibutuhkan demi keberlangsungan usaha kedepannya” kata Ramia yang juga President Director H Hotels and Resorts Bali ini.

I Made Ramia Adnyana, moderator

Pihak perbankan yang mendukung kegiatan ini adalah Bank BPD Bali yang menjadi bank kebanggaan semeton krama Bali. Tentunya pihak bank memiliki kepedulian atas jeritan pengusaha lokal ketika mereka membutuhkan suntikan dana segar dalam memulai kembali usahanya. Dan tidak semua orang berharap akan sesuatu yang lebih buruk, namun upaya positif dan kontruktif tentunya diharapkan dapat menstimulasi dan mengakeselerasi harapan bersama menuju stabilitas ekonomi daerah dan masyarakat.

Kita doakan bersama semoga pandemi COVID-19 ini segera dapat dilewatkan dan industri pariwisata kembali meraih kejayaannya. Selamat ber-webinar !

Link Pendaftaran Webinar : https://bit.ly/webinarpariwisataBPDBALI

(red.sb/BI)

Komentar

News Feed